Yayasan Lentera Sehat Negeriku (YLSN) lahir dari semangat kolektif masyarakat pesisir yang selama ini telah bergerak secara swadaya dalam pemulihan lingkungan, layanan sosial, dan pendidikan dasar. Keberadaannya tidak hanya dimaksudkan sebagai wadah legal, tetapi juga sebagai platform strategis untuk memastikan bahwa arah pembangunan pesisir dijalankan secara adil, transparan, dan berkelanjutan. Sebagai lembaga akar rumput yang kini telah berbadan hukum (SK AHU0001234.AH.01.04.Tahun 2024), YLSN mengembangkan strategi jangka panjang yang bertumpu pada penguatan kapasitas masyarakat dan integrasi lintas sektor di wilayah pesisir. Arah dan tujuan strategis yayasan dirancang untuk menjawab tantangan perubahan iklim, krisis ekosistem pesisir, dan ketimpangan akses terhadap layanan dasar.
Arah Strategis Jangka Panjang YLSNMenjadi pusat inisiatif komunitas dalam restorasi pesisir yang inklusif, dengan perluasan skala intervensi dari tingkat desa ke kawasan pesisir regional, sambil memastikan praktik terbaik berbasis tapak dapat direplikasi secara sistematis.
Mendorong replikasi model pembangunan pesisir berbasis masyarakat yang menekankan konservasi, kemandirian pangan, dan keadilan ekonomi, sebagai pendekatan terintegrasi terhadap adaptasi perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya secara berkeadilan.
Mengembangkan kemitraan strategis lintas sektor dengan pemerintah, swasta, akademisi, dan lembaga internasional dalam rangka memperkuat sumber daya, kapasitas kelembagaan, serta daya pengaruh komunitas pesisir dalam arena pembangunan nasional dan global.
Mendorong ketangguhan sosial-ekologis melalui sistem perlindungan dan pemulihan kawasan pesisir yang mampu menghadapi dampak perubahan iklim secara jangka panjang, berbasis pada restorasi mangrove dan penguatan tata kelola komunitas.
Meningkatkan akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan masyarakat pesisir dan pendidikan anak usia dini, khususnya bagi keluarga kurang mampu, sebagai landasan pembangunan manusia yang adil dan merata.
Menguatkan ekonomi lokal dan kemandirian pangan melalui pengembangan kegiatan produktif berbasis sumber daya pesisir (seperti perikanan budidaya berkelanjutan dan UMKM olahan), yang terintegrasi secara langsung dengan upaya konservasi lingkungan.
Mewujudkan tata kelola kolaboratif di tingkat lokal antara komunitas, pemerintah desa, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, melalui mekanisme partisipatif yang terbuka, transparan, dan saling memperkuat.
Menjadi pilar penggerak wilayah pesisir Pantura Jawa Barat, dengan memfasilitasi konsolidasi dan penguatan jaringan kelompok masyarakat di Indramayu, Subang, Cirebon, dan Bekasi sebagai satu kesatuan gerakan yang berbasiskan pengetahuan lokal, data lapangan, dan solidaritas sosial lintas desa.